Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna mengikuti Rapat Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Daerah dalam Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (OPPPKE) Provinsi Bali Tahun 2026 melalui zoom meeting bersama dengan Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten, di Gedung Buleleng Command Center (BCC), Rabu (24/6).
Persentase penduduk miskin ekstrem di Provinsi Bali pada tahun 2025 berada di tingkat yang sangat rendah, dengan rata-rata provinsi sebesar 0,3%. Kabupaten Buleleng bersama Kabupaten Jembrana, Badung dan Karangasem bergerak stabil di angka 0.3%. Kabupaten Gianyar mencatatkan Persentase tertinggi sebesar 0,35% diikuti Tabanan dengan persentase 0,31%. Sementara Disisi lain, angka terendah saat ini di Kota Denpasar sebesar 0,28%, sedikit lebih rendah dibawah Kabupaten Kelungkung dan Bangli yang berada di angka 0,29%.
Sehingga untuk mencapai target angka penurunan kemiskinan ekstrem, Pemkab Buleleng menjalankan strategi yang berfokus pada tiga aspek utama, yakni pengurangan beban pengeluaran masyarakat melalui bantuan sosial dan jaminan sosial, peningkatan pendapatan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi dan penguatan UMKM, serta penurunan jumlah kantong-kantong kemiskinan melalui pembangunan infrastruktur dasar dan peningkatan akses layanan publik.
Melalui sinergi antara Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Kabupaten, diharapkan berbagai program penanggulangan kemiskinan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran sehingga kesejahteraan masyarakat Buleleng terus meningkat